Kemungkinan Yang Menyamar
Repetisi ini muncul dari segala pertentangan yang melibatkan pelaku, waktu, dan tempat yang sudah jelaskan tadi. Bayangkan, sekarang banyak yang mau membuang waktu hanya untuk mengkhayal, jangan ditanya kenapa, mereka ialah pelaku dalam sejarah yang rindu akan masanya. Akan tetapi, mungkin sebagian rindu dengan masa lalu yang dulunya bahagia lalu sekarang jadi kere atau bisa saja yang dulunya kere terus sukses tapi maunya kere lagi. hahaha... ini tidak sedang bercanda, saya juga ikut merasakan indahnya tertawa dengan suara yang dibungkam tak tau mengapa. Mungkin itu salah satu keadaan bagaimana memendam kata yang ingin diucaokan tapi hanya bisa diwakili lewat senyuman.
Kita tau, semua terlibat bahkan dirimu mungkin yang pernah berkata :
"aku sayang kamu, hingga melupakan senja yang selama ini aku kagumi karena indahnya, tapi indahmu memang sulit menyeimbangi senja, sebab kamu terletak dihatiku untuk terbenam bukan di ujung pantai dan dinikmati banyak orang."
Percaya atau tidak, kalimat yang indah itu memang memiliki selera sendiri dan mampu menggoyahkan perasaan seseorang yang jawabannya selalu meyakinkan "iya , pokoknya jaga diri di sana baik-baik" walau pertanyaan dan kalimatnya berebeda setiap berada dalam percakapan. Tapi sayang, tak ada yang boleh menghentikan kalimat yang sudah terucap, sekalipun waktu yang menghentikannya, tidak bisa. Kalimat itu hanya menciptakan sejarah jika seseorang yang mengucapkannya lekas hilang tanpa terdeteksi lagi oleh peta yang sekarang serba canggih. Sepertinya, belum ada adegan ektrim yang sedang berlangsung. Coba kalau misalnya yang mengucapkan kalimat tadi adalah seorang lelaki yang sudah memberi kepastian kepada wanitanya dan mereka bersama menjalin kasih dengan tujuan yang sama, dan beredar bulan depan mereka akan menikah. Lalu mereka terpisah hanya karena masalah kemungkinan yang menyamar seperti kepastian.
Memang sekarang sulit mengambil kesimpulan terlaku cepat, salah sedikit pasti mendapat penilaian, masalah dan lain sebagainya. Tapi apa boleh dikata waktu membuat semua menjadi sejarah yang mungkin banyak diisi oleh kisah-kisah yang tak terduga. Di sana mungkin terselip banyak harapan dari seseorang yang menginginkan kisahnya akan selalu menarik dan mengesankan, hanya saja pandangan setiap orang berbeda-beda dan tidak bisa diganggu, seperti layaknya mimpi. Itu juga mungkin salah satu sebab akibat yang membuat seseorang percaya dengan kemungkinan yang menyamar.
Nah, ketika kita tidak bisa meyakinkan tapi banyak bertanya yang mengarah pada satu tujuan itu dapat menyakitkan salah satu pihak, terlebihnya dia yang ditujukan oleh kepastian itu menganggap semua itu akan terjadi, namun dia memilih untuk bersifat biasa saja tanpa memikirkan pihak lain yang akan tersakiti oleh sikapnya. Nah, jadi begini, saya saja sebenarnya ragu untuk membahas ini, tapi dengan adanya berbagai masalah yang datang dengan topik yang sama walau sudah jelas banyak hadist yang menjelaskan tentang perkara dari sebuah harapan.
Memang sekarang sulit mengambil kesimpulan terlaku cepat, salah sedikit pasti mendapat penilaian, masalah dan lain sebagainya. Tapi apa boleh dikata waktu membuat semua menjadi sejarah yang mungkin banyak diisi oleh kisah-kisah yang tak terduga. Di sana mungkin terselip banyak harapan dari seseorang yang menginginkan kisahnya akan selalu menarik dan mengesankan, hanya saja pandangan setiap orang berbeda-beda dan tidak bisa diganggu, seperti layaknya mimpi. Itu juga mungkin salah satu sebab akibat yang membuat seseorang percaya dengan kemungkinan yang menyamar.
Nah, ketika kita tidak bisa meyakinkan tapi banyak bertanya yang mengarah pada satu tujuan itu dapat menyakitkan salah satu pihak, terlebihnya dia yang ditujukan oleh kepastian itu menganggap semua itu akan terjadi, namun dia memilih untuk bersifat biasa saja tanpa memikirkan pihak lain yang akan tersakiti oleh sikapnya. Nah, jadi begini, saya saja sebenarnya ragu untuk membahas ini, tapi dengan adanya berbagai masalah yang datang dengan topik yang sama walau sudah jelas banyak hadist yang menjelaskan tentang perkara dari sebuah harapan.
"ketika hatimu terlalu berharap pada seseorang, maka Allah timpahkan ke atas kamu pedihnya pengharapan supaya mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui orang yang berharap pada selain-Nya, Allah menghalangi dari perkara tersebut semata agar ia kembali berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala." (Imam Syafi'i)
Jika boleh saya sarankan, alangkah baiknya walau tak sempat mengeluarkan kalimat yang membuat orang menaruh harap, kita seharusnya menikah dulu jika satu sama lain sudah meyakinkan dan sudah siap, dari situ bisa kita temukan apa makna dari kata "kepastian" . Maaf sebelumnya, di sini saya bukan menggurui atau banyak mengetahui soal perkara dari sebuah pengharapan dan sejenisnya, tapi dari munculnya sedikit komentar dipostingan saya sebelumnya, mengundang saya untuk mengangkat persoalan harapan dengan nuansa yang berbau religius, siapa tau habis baca ini bakal banyak yang bertahan di zona pertemanan, kan lebih dramatis dan lumayan bisa bikin pelakunya jadi tau makna perjalanan hidup. Yang penting jangan hami di luar nikah, kalau itu saya tidak berani mengambil kesimpulan. Bukan pekerjaannya saya untuk menjadi hakim di dunia yang fana ini.
Ada sebuah kisah heroik dari seseorang lelaki yang dulunya bertekad untuk tidak pacaran karena takut dengan pegharapan palsu, akan tetapi dirinya merasa tertantang dengan seorang wanita, maka pertemuan tersebut berlangsung dengan awalan yang baik. seiring berjalannya waktu mereka berbincang mengenai persoalan yang mereka lalui selama ini dan satu sama lain bertukar pikiran serta keluhan, tak segan pula memberi solusi. Tiba pada saatnya, semua seperti layaknya pagi yang cerah dengan sinarnya mentari seketika hilang berganti mendung disertai hujan. Semua yang awalnya pertemuan indah, sebaliknya berubah mejadi kehilangan dan mejauh. Sebagai seorang lelaki yang sudah diberi harapan akan kepastian hubungan mereka, jelas membuat lelaki bergelora untuk mengetahui apa yang terjadi. Namun, apa yang ia dapat? "maaf sebelumnya sebenarnya kamu terlalu baik untuk bisa pendamping hidupku, aku hanya belum siap melihatmu menderita hanya karea sifatku ini. Tapi aku ingin menjadi teman, karena dari pertemanan tidak ada kata pisah diatara kita." lelaki yang mendengar jelas jawaban itu, seketika terdiam dan merasa bersalah terhadap waktu yang menurutnya telah ia sia-siakan selama ini. Dan sampai pada puncaknya, seperti biasa saja.
Demikian sepenggal kisah tadi, saya tidak ada niatan melarang siapa saja yang menginginkan sesuatu, tapi setidaknya saya mohon untuk sekiranya bisa dapat mengurangi kadar kekecewaan yang mungkin saat ini masih terpendam. Kita akan hidup seperti biasanya, bila ia yang kau kira istimewa itu mungkin tak selamanya. Makasih.
Demikian sepenggal kisah tadi, saya tidak ada niatan melarang siapa saja yang menginginkan sesuatu, tapi setidaknya saya mohon untuk sekiranya bisa dapat mengurangi kadar kekecewaan yang mungkin saat ini masih terpendam. Kita akan hidup seperti biasanya, bila ia yang kau kira istimewa itu mungkin tak selamanya. Makasih.
"Kadang pendekatan dilakukan hanya untuk penelitian, dan kau tak bisa menyalahkan waktu hanya karena merasa sia-sia dan bersalah, lupakan."
Huangango Exel
BalasHapus