Siapa Sih Yang Salah ?
Sebagian manusia terlau cepat dalam menilai sesuatu, baik dari sisi luar dan dalam semua pasti ternilai. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna di alam semesta ini. Tapi entah apa yang membuat manusia seperti lupa dengan hakikatnya untuk hidup di bumi ini, semua seperti ingin memaksakan kedendak masing-msing dengan tujuan untuk menang sendiri. Kalau kita menemui manusia yang baik kepada kita, saya harap anda jangan cepat menilai seseorang tersebut, lebih parahnya lagi jka seorang lelaki yang menilai wanita terlalu cepat dan bisa menimbulkan berbagai persepsi serta khayalan yang berlebihan. Mungkin dalam dunia medis yang berlebihan itu tidak baik adanya, maaf itu tadi hanya contoh. Jika membahas penilaian seorang lelaki dan perempuan memang masih menyisakan perdebatan yang tidak berujung, karena dua golongan yang mungkin tak mau mengalah.
Perdebatan itu muncul ketika antar golongan ini meyakini kebenaran dan saling menyalahkan, bahkan yang lebih sengit lagi di akhir sebuah dialog pasti ada diantara golongan yang sudah mau mengalah. Terlihat aneh pastinya. Seperti layaknya cuaca yang tidak bisa ditebak, jika itu dijadikan ajang olimpiade untuk mereka yang berjiwa berani dan menjunjung tinggi kebenaran tanpa harus ada kebohongan, maka, saya yakin panitia yang membuat olimpiade itu tak akan bertahan lama malah akan jadi sangat rugi dan berdampak negatif untuk wilayah yang mereka tempati. Nah, kalo begitu jadinya siapa yang disalahkan? ya, jelas saja mungkin panitianya yang disalahkan. Tapi pernahkah kamu berpikir bahwa seseorang yang kau gampang untuk menilainya atau asal tebak itu adalah seseorang yang mungkin dulunya ia pernah merasakan posisi bagaimana ketika ia menjadi objek penilaian tanpa harus ditanyakan langsung kepadanya.
Oleh sebab itu, jika tidak ingin kecewa dan sakit hati, jangan melakukan hal yang tidak baik pada orang lain. Ingat, kau tak hidup sendirian di bumi ini. Waktu terus menuntunmu. Banyak mempersalahkan diri sendiri takkan membuat masa lalumu itu pergi dan sebaliknya, dari mengingat masa lalu itu menandakan bahwa kamu belum bisa move on.
Nah, jadi begini, seperti yang kita ketahui bersama bahwa seseorang dapat memberikan penilaian secara langsung hanya dengan melihat penampilan luarnya saja, baik ditampilkan dengan beberapa kalimat yang indah dan menyentuh perasaan atau dengan menampilkan gaya yang keren agar mengundang selera, dan sebaliknya. Maka tak jarang jika kita menemui banyak orang yang sakit hati, tapi karena di zaman teknologi yang diiringi oleh ilmu pengetahuan yang berkembang bersamaan teknologi, bisa membuat jutaan jiwa bergonta-ganti sikap dan kepribadian.
- Contoh pertama, seseorang yang dulunya jatuh cinta dan memiliki perasaan sayang yang amat tulus terhadap wanita yang ia idamkan bahkan sudah merasa dirinya seperti pahlawan di zaman teknologi sekarang, ketika ia ditolak, pasti akan merasakan kesedihan yang awalnya terlihat namun beberapa lama kemudian sudah seperti biasa, dan tak punya masalah. Dunia sekarang memang mudah untuk terlihat bahagia walaupun dalam keadaan menahan lapar. Hahaha... tidak ada yang lucu. Tapi tertawalah, mumpung masih ada kata untuk kalian ikuti sambil tertawa sejenak.
-Contoh kedua, seorang wanita yang memiliki perasaan labil tapi menginginkan cinta dan kasih sayang dan tidak mau mengenal yang namanya sakit hati, niatnya ingin melupakan masa lalu yang katanya menyakitkan, dan ia ingin mengulang segalanya dengan kebahagiaan, caranya memang mudah untuk seorang wanita tapi untuk sebagiannya saja, terkadang hal-hal kecil menjadi lebar kali panjang kalau kita membahas apa maunya wanita, maaf. Seorang wanita memang adalah perhiasan yang dimiliki alam semesta ini, jelas dikategorikan sebagai perhiasan semesta karena mereka butuh perlindungan dari seorang lelaki yang mengaku sebagai pemimpin untuk menjaga wanita. Masalahnya sepele, wanita selalu mudah untuk datang dan pergi, dan membuat nyaman para lelaki dan menyangkalnya dengan kalimat "siapa suruh baper" Kalimat itu mungkin yang menjadi penentu cuaca malam sudah seperti siang hari. Aneh, tapi boleh ditanya solusinya pada saya.
Oleh sebab itu, jika tidak ingin kecewa dan sakit hati, jangan melakukan hal yang tidak baik pada orang lain. Ingat, kau tak hidup sendirian di bumi ini. Waktu terus menuntunmu. Banyak mempersalahkan diri sendiri takkan membuat masa lalumu itu pergi dan sebaliknya, dari mengingat masa lalu itu menandakan bahwa kamu belum bisa move on.
"santai, anggap saja seperti lalu, dia pura-pura tidak tahu dan kau diam-diam memendam.
sakit? iya, seperti itu. Obatnya hanya satu : tahan."

Intinya kedepan jangan terlalu memeberatkan hati, perasaan, kepada sesama mahluk, terutama pada kaum wanita yang bisa membuat kita down dengan perkataan mereka yang mereka ucapkan sendiri, lalu mereka menghilang, bagaikan ditelan BUMI.
BalasHapusTetapi lebih beratkanlah hati kita kepada sang pencipta, karena sebaik-baiknya tempat mencurahkan keluh kesah yah kepada sang pencipta diri ini.
Allah SWT.
tidak ada yang ditelan bumi, hanya saja waktu selalu punya cara untuk memperlihatkan kita kepada bumi, bahwa kita hanya manusia yang tak dapat berkuasa begitu saja. siap.? makasih bro
Hapus🙏🙏
BalasHapushmnn. makasih ya sudah mampir. Tetaplah tersenyum.
HapusSIAPA SURUH BAPER
BalasHapus-Wanita-
siappppp,
HapusYg salah prabowo
BalasHapussiapa sih yang salah? jujur ngena banget, apalagi dengan embel-embel"siapa suruh baper". pokoknya mantap jiwa bang, saya suka dengan tulisan abang ini bener-bener t o p saestu, saya tunggu tulisan selanjutnya dan jangan bosen-bosen untuk berkarya. Semangaaaartttt
BalasHapusmakasih, sudah mampir. Siap semangat!!
HapusSelama belum ada kepastian Jangan terlalu dalam mencintai seseorang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusBetul bangat tuh bang, mencintai tanpa sebuah kepastian?? Sakit tapi tk berdarah 😏
Hapusbarangkali kata kepastiannya harus diganti dengan kata kemungkinan agar kita tidak terlalu berharap kali ya.. Makasih sudah mampir.
HapusYang jelas yang maha benar adalah hanya tuhan wkwk
BalasHapusTerima kasih untuk kalian yang sudah sempat mampir, entah membacanya dengan terharu dan tertawa atau membacanya sambil memaki. Itu hak kita semua penghuni alam semesta, salam damai.
BalasHapusHuangango exel
BalasHapusPercuma saja, sekeras apapun kamu berusaha mencegah, semuanya akan sia-sia. Yang sudah berniat pergi, akan tetap pergi.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSeseorang tidak pernah direbut, tidak pernah betulan dimiliki meski sudah mengucap janji sehidup semati. Mereka memilih berubah meski sebelumnya ribuan kali bersumpah akan tetap menjadi orang yang sama. So sad... :(
BalasHapusTerimakasih telah membuat tulisan ini. Aku sebagai pihak yang "pernah" dposisi ini paham dgn apa yg Kamu rasakan. Ikhlas dan sabar, Karena yg ikhlas dan sabar selalu berakhir bahagia ; kalo terpaksa hanya akan menunda kecewa.
BalasHapusMakasih kembali, karena waktunya.
HapusSalam damai utuk mereka yang pernah singgah walau tak menetap. Makasih untuk waktunya kalian yang sudah membaca tulisan ini. Semoga kita mudah memaafkan. Amin.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKata" bapak luar biasa. Saya suka tulisan bapak, tapi sy lebih suka semangat bapak dalam bertahan menunggu jawaban dari sang pujaan hati, semangat pak masih ada kesempatan 3 semester lagi untuk memenangkan hatinya
BalasHapus